Tag: wejangan

  • Sabar Menghadapi Musibah

    Sabar Menghadapi Musibah

    ”Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji‘uun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS Al-Baqarah (2): 155-156).

    Tidak mustahil kita termasuk orang yang lupa dengan ayat ini, ketika sakit datang menimpa yang diingat oleh kita, sakit harus segera disembuhkan. Padahal yang dituntut Allah SWT hanya sabar dan tawakal berserah diri kepada-Nya dengan jalan ikhtiar dan berusaha maksimal sesuai dengan kemampuan kita, lalu berikrar “Sungguh kami ini kepunyaan Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali.”

    Ketika kita sakit, jangan dihadapi dengan stres, gelisah, atau galau karena sakit kita ingin segera sembuh. Jangan juga kita sampai berobat dengan cara yang tidak halal.

    Ketika ara sahabat ditimpa sebuah penyakit, mereka diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berobat. ”Berobatlah karena sesungguhnya Allah tidak membuat penyakit kecuali Dia membuat obatnya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit tua.” (Sunan Abi Dawud Kitab At-Thib bab Fir-Rajul Yatadwa no. 3857).about:blank

    Wabah Covid-19 yang melanda hampir semua negara, belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, termasuk yang melanda negeri kita. Hampir setiap hari kita menerima kabar banyak orang terpapar Covid-19. Bahkan yang mengejutkan lagi hampir setiap waktu kita juga mendengar berita orang yang meninggal karena wabah ini.

    Sebagai orang yang beriman tentu saja kita harus yakin bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan ujian yang datangnya dari Allah SWT.

    Bersabar dan tetap husnuzan kepada Allah SWT serta terus berikhtiar menjaga diri dengan menerapkan konsep hidup sehat. Ikhtiar menjalankan protokol kesehatan yang berlaku pada saat ini, itu semua merupakan upaya dan ikhtiar kita sebagai manusia dalam menghadapi wabah covid-19.

    Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Kata sabar mudah diucapkan, tetapi aplikasinya dalam kehidupan butuh kesungguhan. Ketika seseorang yang mendapat musibah dapat menghadapinya dengan ikhlas dan sabar, Allah akan menaikkan keimanannya dan menyediakan pahala baginya menjadi salah satu keutamaan sabar.

    Allah SWT tidak akan pernah memberikan cobaan atau ujian yang berat di luar batas kemampuan hamba-Nya. Maka dari itu, kita harus bersyukur ketika Allah memberikan ujian kepada kita yang bertanda bahwa Allah masih menyayangi hamba-Nya. Apalagi ketika ujian itu bisa dilewati dengan baik tanpa mengeluh, bersabar, dan menikmati apa yang Allah kasih, akan membuat kita menjadi lebih mendewasakan diri.

    Sabar itu bentuk kemampuan pengendalian diri sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekukuhan jiwa orang yang dimilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang dimiliki seseorang, semakin kukuh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupannya.

    Sabar selalu mendatangkan hal-hal baik dalam kehidupan, bahkan meskipun kita tengah menghadapi masalah ataupun ujian. Setiap masalah dan ujian yang kita hadapi pasti akan mendatangkan hikmah dan kebaikan dalam diri serta kehidupan kita. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis:

    “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim). Wallaahu a’lam bishshawab.

    Syarif Sahidin, M.Sos.
    Kaprodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung)

    Artikel ini pernah dimuat di Bandungmu.com dengan judul: https://bandungmu.com/sabar-menghadapi-musibah/

  • Akibat Kejujuran

    Seorang CEO (pimipnan perusahaan) hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya.

    Untuk itu ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing-masing sebutir benih tanaman di tangannya dan berkata, “Sirami dengan teratur, rawat, dan kembalilah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini. Yang terbaik, pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini.”

    Seorang karyawan, Rahmat, pulang ke rumah. Setiap hari disiraminya dengan air dan pupuk. Setelah 6 bulan, di kantor, eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka, sedangkan Rahmat melihat tidak ada perubahan yang terjadi pada benih miliknya.

    dan dia merasa gagal…

    Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO, memperlihatkan hasil benih tersebut. Rahmat berkata pada istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot yang kosong, namun istrinya mendorongnya untuk menyatakan yang sebenarnya. Rahmat menyadari bahwa istrinya menyarankan hal yang benar.

    Memasuki ruangan meeting, Rahmat membawa sebuah pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan. Ketika Sang CEO memasuki ruangan, ia memandang keindahan seluruh tanaman itu, hingga akhirnya berhenti didepan Rahmat yang tertunduk malu. Sang CEO memintanya ke depan dan menceritakan musibah yang menimpanya.

    Ketika ia selesai bercerita, Sang CEO berkata, “Berikan tepuk tangan yang meriah untuk Rahmat, CEO yang baru”.

    Ia berkata, “Aku memberikan kepada kalian sebutir benih yang sebelumnya direbus air panas hingga mati dan tidak mungkin untuk tumbuh. Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh, kalian menukarnya dan berbohong kepadaku. Lain halnya dengan Rahmat, dia mau berkata yg sebenarnya terjadi.”

    Tabur kejujuran akan menuai kepercayaan
    Tabur ketekunan akan menuai kemenangan
    Tabur kerja keras akan menuai kesuksesan
    Jangan takut menjalani jika itu benar adanya.

    “Katakan kejujuran walau pahit”

    (diambil dari sebuah forum, oleh Ibnu T.)

  • Jangan takut bermimpi

    “…Burung hidup dengan udara,

    tapi dengan udara burung bisa bermasalah.

    Ikan hidup dengan air, tapi dengan air ikan bisa bermasalah.

    Manusia hidup dengan masalah, tapi dengan masalah manusia akan jadi manusia.

    Bukankah layang-layang bisa terbang dengan indah karena

    menghadapi tiupan angin; bukan mengikuti kemana angin berhembus!..’”

    , Oleh Karena itu.. janganlah kita takut untuk bermimpikarena suatu kehidupan yang berhasil iru berawal dari mimpi..

    KEEP DREAMING, DON’T STOP DREAMING!!!

  • Orang pintar VS Orang bodoh

    Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…

    Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.

    Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

    Orang bodoh sering melakukan kesalahan,

    maka dia rekrut orang pintar yang

    tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.

    Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

    Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja.

    Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

    Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,

    maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

    Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).

    Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

    Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya.

    Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.

    Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

    Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar.

    Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.

    Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.

    Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar ‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

    Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

    Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.

    Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

    Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1, tapi kemudian menjadi kaya.

    Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.

    Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

    PERTANYAAN :

    Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??

    Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???

    Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??

    Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

    KESIMPULAN:

    Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

    Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.

    Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,

    selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.

    Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.

    Dan mengabdi pada orang bodoh…

    Diamanakah posisi anda saat ini…

    Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang…

    Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.

    Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi…

    -Mario Teguh (lahir 1956)-

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai